Penjelasan Ilmu Dasar Seni Membaca Al Qur’an (Qiroah)
Penjelasan Ilmu Dasar Seni Membaca Al Qur’an (Qiroah) - Seni baca Al Qur’an ialah bacaan Al Qur’an yang bertajwid
diperindah oleh irama dan lagu. Al Qur’an tidak lepas dari lagu. Di
dalam melagukan Al Qur’an atau taghonni dalam membaca Al Qur’an akan
lebih indah bila diwarnai dengan macam-macam lagu.
Pada intinya ilmu qiroat mempelajari manhaj (cara, metode) masing-masing qurro’ sab’ah atau ‘asyroh dalam membaca Al-Qur’an. Hal ini biasa disebut dalam istilah qiroat dengan “ushul al-qori”. Kemudian satu hal lagi yang termasuk inti dalam ilmu qiroat adalah bagaimana para qurro’ sab’ah atau ‘asyroh membaca lafadh-lafadh tertentu dalam Al-Qur’an diluar manhaj mereka.
Untuk membaca Al-Qur’an dengan suatu qiroat atau riwayat diperlukan penguasaan ushul al-qori’ dan farsy al-huruf secara bersama. Karena jika hanya mengusai ushul al-qori tanpa farsy al-huruf atau mengusai farsy al-huruf saja sedangkan ushul al-qori’nya setengah-setengah, kemudian membaca Al-Qur’an dengan qiroat tertentu, akan kacau jadinya. Bukan Al-Qur’an dari sisi Allah swt yang ia baca, melainkan Al-Qur’an “made in “ dia sendiri. Dan jelas ini haram hukumnya! Biasanya orang yang membaca dengan qiroat, pasti pernah bertalaqqi langsung dengan syekh qiroat.
Untuk membaca Al-Qur’an dengan suatu qiroat atau riwayat diperlukan penguasaan ushul al-qori’ dan farsy al-huruf secara bersama. Karena jika hanya mengusai ushul al-qori tanpa farsy al-huruf atau mengusai farsy al-huruf saja sedangkan ushul al-qori’nya setengah-setengah, kemudian membaca Al-Qur’an dengan qiroat tertentu, akan kacau jadinya. Bukan Al-Qur’an dari sisi Allah swt yang ia baca, melainkan Al-Qur’an “made in “ dia sendiri. Dan jelas ini haram hukumnya! Biasanya orang yang membaca dengan qiroat, pasti pernah bertalaqqi langsung dengan syekh qiroat.
Untuk melagukan Al
Qur’an , para ahli qurro di Indonesia membagi lagu atas 7 ( tujuh )
macam bagian. Antara lain sebagai berikut :
- Bayati
- Shoba
- Hijaz
- Nahawand
- Rost
- Jiharkah
- Sikah
Dari ketujuh macam lagu di atas masih dibagi lagi dalam beberapa cabang. Dan berikut ini adalah Macam – macam lagu dan cabangnya:
1. Bayati
- Qoror
- Nawa
- Jawab
- Jawabul jawab
- Nuzul ( turun )
- Shu’ud ( naik )
2. Shoba
- Dasar
- Ajami/Ala Ajam
- Quflah Bustanjar/Qofiyah
3. Hijaz
- Dasar
- Kard
- Kurd
- Kard-Kurd
- Variasi
4. Nahawand
- Dasar
- Jawab
- Nakriz
- Usysyaq
5. Rost
- Dasar
- Nawa/Rost ala Nawa
6. Jiharkah
- Nawa
- Jawab
7. Sikah
- Dasar
- Iraqi
- Turki
- Ramal (fales)
Dalam MTQ ( Musabaqoh Tilawatil Qur’an ) ada beberapa materi penilaian. Antara lain :
- Materi penilaian bidang tajwid, terdiri dari : Makharijul huruf, Shifatul huruf, Ahkamul huruf, Ahkamul mad wal qoshr.
- Materi penilaian bidang fashohah dan adab, terdiri dari : Al Waqf wal – ibtida, Muroatul kalimat wal kharokat, Muroatul kalimat wal ayat, Adabut tilawah
- Materi penilaian bidang irama dan suara, terdiri dari : Suara, Irama dan variasi, Keutuhan dan tempo lagu, Pengaturan nafas
Kesalahan dalam bidang suara dan irama
1. Kesalahan dalam suara terdiri dari :
- Suara kasar
- Suara pecah
- Suara parau
- Suara lemah
2. Kesalahan dalam irama terdiri dari :
- Lagu yang tidak utuh
- Tempo lagu yang terlalu cepat atau terlalu lambat
- Irama dan variasi yang tidak indah
- Pengaturan nafas yang tidak terkendali
Nagham Yang sangat sering ditampilkan Qari /Qari’ah dimasa kini:
- Nagham bayati yang terdiri dari bayati qoror, bayati nawa, bayati jawab, bayati jawabul jawab.
- Nagham shaba yang terdiri dari shoba Asli, shoba jawab, shoba ajami salalim su’ud, shoba ajami salalim nuzul. Shoba bastanjar.
- Nagham Hijaz yang terdiri dari hijaz asli, hijas kard, hijaz kard-kurd, hijaz kurd
- Nagham nahawand yang terdiri nahawand asli , nahawand usysyaq
- Naghan sikka yang terdiri diri sikka asli,sikka ramal, sikka misri, sikka turki
- Nagham ras yang terdiri dari i ras asli, ras alan nawa, ras syabir
Nagham
ini bisa dikembangkan dengan bermacam variasi, yang dikembangkan dengan
banyak mendengarkan bacaan syeh Mustopha Ismail,syeh mustopa Ghalwas
dan lainnya dan juga dengan banyak mendengarkan lagu-lagu padang pasir
dari sumber aslinya, seperti lagu-lagu ummi kulsum, Muhammad Abdul
Wahhad dan lannya.

Maaf saya saat ini mencari bukunya ilmu naghom al-Qur'an untuk referensi, kalau boleh tahu untuk bisa mendaptkan bukunya dimana?
ReplyDelete